Metafora
Album : Istimewa Tiada Dua
Munsyid : Nice
http://liriknasyid.com
Sekerat akar mampu kuhulur padamu
Di saat dikau terkapai dan kelemasan
Di arus hidup yang tinggal sejengkal cuma
Katamu kau tak bisa berenang ke sana
Engkaulah teman tanpa sangsi dan curiga
Setelah aku mendengar lirih ratapmu
Harumnya sekuntum melati di embunan pagi
Sewaktu kita melewati sebidang tanah perkebunan
Persahabatan
Tersasar aku di dalam mentafsir
Aksara jujur dan ketelusan yang terpamer di wajahmu
Terlalu naïf untuk ku fahami
Metafora puisi dusta dan personafikasi
Sukarnya untuk aku membuktikan
Kebenaran yang berpihak padaku
Kerna peluang langsung tiada padaku
Sedarlah aku erti senyuman
Ada dendam yang tidak pernah padam
Pada lirik matamu ada pedang tajam yang merejam
Ohh….
Terima kasih atas pengalaman itu
Mengajak aku kembali mengenal diri
Terpaksa lagi menyusuri jalan-jalan sepi
Masih bisakah kutemui sekuntum melati mewangi yang tidak berduri
pernahkan anda alami kejadian seperti dalam bait-bait lagu di atas?
lalu apakah yang anda lakukan dalam menanganinya?
mengadu pada Allahkah? atau sebaliknya?
pembaca sekalian.... andainya kita dekati Allah dalam apa jua keadaan kita
nescaya semakin hampirlah siDia dengan kita..
selangkah kita menjauhiNya...
maka jauhlah Dia daripada kita.......
Monday, 25 April 2011
Metafora
Posted by izzatul ilmi at 12:01
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment